Design Cover diadaptasi dari baju kerja SM3T
Penulis: Yuniastari Inanahayu, S.Pd
Eps
Liku-Liku SM3T Nunukan Paling Hulu
Ini rumah dinas saya selama mengabdi
Tunggu kelanjutan kisahnya setelah novel terbit ya ^_^
Penulis: Yuniastari Inanahayu, S.Pd
Eps
Liku-Liku SM3T Nunukan Paling Hulu
¯Perjalanan ini terasa
sangat mengesankan
¯Sayang engkau tak duduk
di sampingku kawan
¯Banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering bebatuan
¯Oooo hooooo hoooo hoo….
¯Tubuhku terguncang beralas
batu jalanan
¯Hati tergetar menampa lebat pepohonan
¯Perjalanan ini pun
seperti jadi saksi
¯Gembala kecil merantau diri….
(Lagu
Ebit G Ade versi SM3T)
(Hari pertama di tanah Nunukan, 18 September 2013)
Foto
di atas adalah saksi sampainya saya di rumah Kepala
SDN 005 Tulin Onsoi Bapak Petrus Pite di Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Satu hal berkesan bagi saya bisa menginjakkan kaki di tanah Provinsi
Kalimantan Utara ini. Sungguh bersyukur saya dipertemukan dengan orang-orang
baik seperti keluarga Kepala Sekolah yang menyambut saya seperti keluarga
sendiri. Kebetulan juga wajah anak pertama kepala sekolah mirip dengan saya
katanya. Saya pun akhirnya dianggap seperti anak beliau sendiri. Inilah keluarga
pertama saya di bumi perantauan.
Dan saya pun berkata dalam hati “Welome Bu Ayu di bumi Nunukan. Cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman (Alhadits).”
Dan saya pun berkata dalam hati “Welome Bu Ayu di bumi Nunukan. Cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman (Alhadits).”
@_u
Petikan Hikmah SM3T (Lesson
Learn)
Hubbul Wathon Minal Iman
Cinta Tanah Air itu sebagian dari iman
Selanjutnya
perjalanan saya menuju sekolah penempatan yaitu SDN 005 Tulin Onsoi. SD paling
hulu yang jarang didatangi oleh orang-orang kota. Desa paling jauh dari segala
yang berhubungan dengan keramaian. Paling primitif dan paling sensitif. Di sini
saya ditempatkan mengabdi dan diterima baik oleh pihak sekolah terutama oleh
anak-anak hulu. Di sini saya mulai belajar makna kehidupan dan membelajarkan
pengertian.
@_u
Kelas IV SDN 005 TULIN ONSOI
Yang tak terlupakan
Bersama kepala sekolah+guru honor+guru bantu TNI
Ini rumah dinas saya selama mengabdi
ini keadaan sekolah tampak dari depan rumah dinas
Di pelosok ini saya
ditugaskan selama satu tahun.
Petikan Hikmah SM3T (Lesson
Learn)
Tidak sekedar mengajar tapi juga belajar makna kehidupan.
Orang diangggap ada bukan karena jabatannya tapi karena pemberiannya
pada hal-hal kecil yang jarang
terperhatikan.
Menjadi Wali kelas di kelas IV
Inilah anak-anak kelas IV yang akan saya ajar. Ruangan kelas yang
tidak terlalu sempit ini akan menjadi tempat mengajar saya selama satu tahun
selama menjabat sebagai wali kelas IV. Senangnya
saya diterima oleh anak-anak hulu. Kelas ini hanya terdiri dari I7 anak. Pakaian yang mereka kenakan adalah
seragam olahraga. Kebetulan saat saya datang pertama
kalinya tepat hari Jum’at hari olahraga untuk SDN 005 Tulin Onsoi.
Jika
diperhatikan dengan seksama kelas ini miris sekali. Hanya ada meja dan kursi
guru serta 9 meja anak-anak dan kursi plastik yang sudah patah-patah. Lantainya
yang hanya beralaskan tanah. Sepi rasanya kelas ini. Masih ada beberapa anak
datang ke sekolah meski tanpa sepatu dan tanpa tas. Hanya membawa satu pena dan
satu buku. Motivasi belajar sebenarnya ada. Hanya keadaan yang mungkin kurang
mendukung mereka untuk memahami makna belajar.
Tapi saya bangga ada di tengah-tengah mereka. Di tengah jundi-jundi kecil yang mau belajar. Ditempatkan di antara anak-anak yang
masih mau sekolah meskipun mereka berada di daerah paling hulu… SDN 005 Tulin
Onsoi. SD paling hulu di Kecamatan Tulin Onsoi…
Selanjutnya guru SM3T pun beraksi. Hehe :D
Anak-anak SDN 005 Tulin Onsoi spontanitas mengaktualisasikan diri. Belajar dengan penuh semangat. Mulai menghias
dinding kelas. Menampung batu-batu kerikil untuk dijadikan teras kelas.
Memperhatikan sekitar dan akhirnya motivasi belajar
mulai nampak dari prilaku mereka setiap harinya.
Inilah siswa kelas IV dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Saya menyayangi mereka.
Inilah siswa kelas IV dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Saya menyayangi mereka.
Kelihatan lebih ramai dan tidak kosong. Harapannya anak-anak lebih
bersemangat saat belajar. Meskipun dimulai dengan sesuatu yang sederhana…
Petikan Hikmah SM3T (Lesson
Learn)
Sesuatu yang sederhana itu jangan diartikan miskin atau tak punya
ataupun pelit.
Justru yang sederhana itu yang menenangkan
…..yang menyenangkan
….yang dekat dengan syukur
Hikmah peristiwa Ibu Mirna
Foto ini diambil ketika perpisahan
sederhana anak-anak dengan Ibu Mirna (baju biru). Beliau adalah teman guru sukarelawan
yang baru mengajar di SDN 005 Tulin Onsoi dari Sulawesi. Beliau harus pulang
kembali ke Sulawesi karena sering sakit ketika di hulu ini. Usut punya usut
sakitnya karena sering mengalami kerasukan. Maklum daerah hulu adalah daerah
primitif dan sangat sensitif. Kenapa beliau sering kerasukan adalah karena
pernah tidak sengaja bersumpah begini “saya tidak akan pernah menginjakkan kaki
di Kalimantan lagi” dan kata-kata itu menjadi bumerang bagi dirinya sendiri
selama tugas di Kalimantan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa
tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang tidak selayaknya dikatakan
terutama di daerah primitif seperti di hulu dimanapun juga. Dari sini banyak
hikmah yang saya dapat. Niatan saya mulai saya luruskan kembali. Saya tulus
mengabdi di tempat saya bertugas. Semoga selalu selamat sehat dan tak kurang
suatu apapun sampai pulang kembali ke Jawa. Amiin. Lebih banyak belajar
mengasah iman kembali di sini.
Petikan Hikmah SM3T (Lesson
Learn)
Ingatlah seorang perantau atau bahkan
musafir harus punya prinsip ini:
DIMANA BUMI DIPIJAK
DI SITU LANGIT DIJUNJUNG
dan
dimanapun kita berada…. jagalah LIDAH
karena ia bisa jadi bumerang bagi diri sendiri
Tunggu kelanjutan kisahnya setelah novel terbit ya ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar